Senin, 05 Desember 2022

Hutan Rawa

 

HUTAN RAWA

 

Hutan rawa adalah hutan yang tumbuh dan berkembang di wilayah yang selalu tergenang air tawar atau secara musiman wilayah hutan selalu tergenang air tawar.Pada periode tertentu, daerah-daerah yang berada di dekat aliran sungai akan tergenang luapan air sungai ketika musim hujan, keadaan alami tersebut menyebabkan terbentuknya hutan rawa. Posisi hutan ini biasanya berada di belakang hutan bakau atau mangrove yang memiliki ciri digenangi oleh pasang surut air laut.

Hutan rawa sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis sesuai dengan aktivitas di dalamnya, yaitu primer dan sekunder. Hutan rawa primer memiliki penampakan hutan yang benar-benar tergenangi air sehingga terlihat jelas daerah tersebut berawa-rawa, termasuk adanya rawa gambut yang menandakan belum adanya kegiatan penebangan. Hutan rawa sekunder merupakan hutan yang berawa dan memiliki penampakan bekas ditebang. Jika tampak jauh hutan tersebut tampak tergenang air maka penebangan yang terjadi merupakan penebangan yang masih cukup normal dan diklasifikasikan sebagai rawa sedangkan, apabila tak ada genangan air sedikitpun maka telah terjadi penebangan yang cukup parah sehingga daerah ini dapat diklasifikasikan sebagai tanah terbuka.

Karakteristik Hutan Rawa

Sebuah hutan dapat dikatakan sebagai hutan rawa apabila hutan tersebut:

  • Memiliki intensitas kelembaban yang relatif tinggi, kelembaban hutan rawa termasuk tinggi karena banyaknya vegetasi yang tumbuh di dalamnya ditambah banyaknya kandungan air di wilayah hutan. Selain itu, tanahnya adalah tanah aluvial yang berkontribusi membuat daerah hutan ini semakin lembab.
  • Permukaan tanahnya basah dan berlumpur. Struktur tanah yang tergenangi air tawar maupun air asin membuatnya menjadi lumpur.
  • Pepohonan dan tanamannya memiliki akar unik seperti akar panggung dan akar lutut. Akar panggung merupakan akar yang tumbuh mayoritas tumbuh ke bawah dari cabang lateral dan bercabang di tanah seperti tembakau. Hal ini disebabkan oleh keadaan tanahnya yang berair. Akar lutut merupakan akar yang berbentuk seperti lutut di mana ia meliuk ke atas dan ke bawah terlipat di atas permukaan tanah dengan ujung yang membulat.
  • Tergenang air, baik secara periodik atau sepanjang waktu hutan rawa pasti akan tergenang air.
  • Terdapat lapisan gambut pada tanah yang berada di sekitar hutan yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan dan hewan sehingga memberikan konsentrasi tinggi pada kandungan tanahnya seperti kandungan asam dan organik. 
  • Tumbuh berbagai jenis tanaman rawa, tumbuhan yang berhabitat di rawa adalah rumput air, semanggi, eceng gondok, dan tanaman air lainnya.

Lahan rawa yang berada di daratan dan menempati posisi peralihan antara sungai atau danau dan tanah darat (uplands), ditemukan di depresi, dan cekungan-cekungan di bagian terendah pelembahan sungai, di dataran banjir sungai-sungai besar, dan di wilayah pinggiran danau. Mereka tersebar di dataran rendah, dataran berketinggian sedang, dan dataran tinggi. Lahan rawa yang tersebar di dataran berketinggian sedang dan dataran tinggi, umumnya sempit atau tidak luas, dan terdapat setempat-setempat. Lahan rawa yang terdapat di dataran rendah, baik yang menempati dataran banjir sungai maupun yang menempati wilayah dataran pantai, khususnya di sekitar muara sungai-sungai besar dan pulau-pulau deltanya adalah yang dominan.

Kelebihan Hutan Rawa

Hutan rawa memiliki banyak sekali manfaat bagi kehidupan makluk hidup dibumi teruama bagi manusia dan juga hewan. Hutan rawa in terdapoat di berbagai wilaya di Indonesia yang bisa dimanfaatkan oleh para petani, yaitu:

·         Lahan rawa sebagai jaringan irigasi dan drainase

Pengairan dari lahan rawa memiliki dua fungsi yakni sebagai saluran pengairan untuk desa dan untuk mengeluarkan zat asam. Lahan rawa memiliki kandungan asam yang tinggi sehingga perlu aliran yang baik sehingga tidak terpoksidasi dan menghasilkan zat asam.

·         Lahan rawa sebagai tempat budidaya hortikultura, itik, dan ikan

Selain untuk ditanami padi dan bisa menghasilkan beras, lahan rawa yang sudah direvitalisasi bisa dimanfaatkan untuk berbudidaya selada, beternak itik, dan juga ikan. Komoditas ini bisa memberi keuntungan jangka pendek. Tentu ditambah dengan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari Kementan. Sehingga proses budidaya bisa dilakukan secara modern serta efisien, karena bisa memangkas biaya produksi.

·         Mendorong terbentuknya pemberdayaan petani

Upaya untuk menyejahterakan petani Indonesia juga dapat dilakukan melalui pemanfaatan lahan rawa. Optimalisasi lahan rawa yang telah dilakukan belakangan ini oleh pemerintah memang dirancang agar petani dapat bekerja secara efisien dan memanfaatkan lahan yang ada. Program optimalisasi rawa yang disebut Serasi (Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani) bahkan mendorong untuk terciptanya pertanian korporasi.

·         Bantu ketahanan pangan Nasional

Salah satu tantangan bangsa Indonesia yang dihadapi setiap tahunnya adalah mewujudkan ketahanan pangan Nasional. Hal ini menjadi semakin sulit untuk diwujudkan kala jumlah lahan yang biasa dijadikan sawah semakin menipis. Untuk itu, perlu adanya pemanfaatan lahan jenis lain untuk kemudian dijadikan sawah.

Daerah rawa memiliki nilai hidrologis bagi lingkungan fisik system hidrologi sungai. Daerah rawa di suatu daerah genangan banjir sungai, dapat berfungsi sebagai filter yang dapat menjernihkan air sebelum masuk ke sungai. Air limpasan dari daerah yang lebih tinggi mengalir masuk ke daerah rawa, karena adanya tumbuh-tumbuhan di daerah rawa tersebut. Kecepatan aliran menjadi kecil yang mengakibatkan terendapkannya sediment suspensi, oleh karena itu pada waktu meninggalkan daerah rawa, air tersebut sudah menjadi lebih jernih. Air tawar di daerah rawa adalah tempat berkembangbiaknya berbagai macam jenis ikan dan burung dan merupakan sumber air minum binatang buas pada saat musim kemarau terutama pada saat terjadi kekeringan. Daerah rawa juga dapat berfungsi sebagai reservoir air yang dapat menjaga keberdaan air tanah di daerah di atasnya.Rawa-rawa juga disebut "pembersih alamiah", karena rawa-rawa itu berfungsi untuk mencegah polusi atau pencemaran lingkungan alam. Dengan alasan itu, rawa-rawa memiliki nilai tinggi dalam segi ekonomi, budaya, lingkungan hidup dan lain-lain, sehingga lingkungan rawa harus tetap dijaga kelestariannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Persamaan Linear Dua Variabel

A.        Persamaan Linear Dua Variabel   Persamaan linear dua variabel dapat dinyatakan dalam bentuk ax = b atau ax + b = c, dengan a, b...