Rabu, 14 Desember 2022

Mengenal Pohon Loa/Ara (Ficus Racemosa) dan Manfaatnya bagi Lingkungan dan Kehidupan Manusia

 


Pohon Loa/Ara (Ficus racemosa)

Ficus racemosa adalah salah satu jenis tumbuhan  yang berasal dari kelompok tumbuhan moraceae. Tanaman jenis ficus ini selain di temukan di daerah lain bahakan di Negara-negara besar lainnya namun tumbuhan ini juga banyak ditemukan di berbagai tempat di Indonesia. Ficus racemosa lebih tumbuh liar di hutan, pinggiran kali juga di peggunungan yang lembab, celah batu dan lain-lain. Pohon ini memiliki tubuh yang unik dan tingginya mencapai 20 meter dan memilik getah berwarna putih di seluruh bagian pohon yaitu batang, buah dan daun.

Pohon loa/ara bisa dimanfaatkan untuk menahan longsor karena memiliki tubuh yang besar dan akar yang kuat. Tumbuhan ini juga bermanfaat sebagai pelindung mata air dan juga dengan daya serap yang tinggi pohon loa mampu menyerap air dan akarnya dapat menampung banyak air.  Banyak masyarakat yang memanfaatkann tumbuhan ini sebagai pakan ternak di musim kemarau. Selain pakan ternak ternyata buah loa juga bisa dikonsumsi oleh manusia dan juga satwa-satwa liar lainnya. Karena pohonnya yang besar dan rindang, maka pohon loa juga menjadi tempat bersarang bagi lebah hutan yang berjumlah puluhan hingga ratusan sarang lebah bergantung pada ranting pohon.

Buah Loa/Ara (Ficus racemosa)

 

Buah loa/ara umumnya di temukan bergantungan pada batang pohon yang jika dipetik akan mengeluarkan getah berwarna putih seperti susu. Menurut beberapa hasil penelitian ternyata buah loa ini juga memiliki khasiat yang tinggi untuk kesehatan yang dapat menyembuhkan beberapa jenis penyakit yakni diabetes, rematik, asma, bronchitis, batuk kering, hemoptipis, menoragia, dan keputihan, penyakit ginjal, limfa, mimisan, dan perut kembung.

Daun pohon loa juga mengandung beberapa senyawa kimia yakni glikosida, gluanol asetat, β-Amirin dan β-sitosterol. Bark mengandung ceryl behanate, lupeol, lupeol asetat, α & β-Amirin, gluanol asetat, β-sitosterol, stigmasterol dan keton. Asetat dan β-Gluanol sitosterol juga telah isolatated dari kayu batang tersebut. Alkaloid, dumurin telah diisolasi dari kulit batang. Buah mengandung asetat lupeol, β-sitosterol, hentriacontane, gluanol asetat dan ester asam tiglic dari taraxasterol dan glukosa (Ghani, 2003).

Secara ekonomi pohon loa/ara juga bisa dijadikan bahan pakaian, kemudian getahnya di ambil dan di olah  untuk mengganti karet. Kayunya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kertas serta cocok digunakan dalam konstruksi bangunan sementara. 


 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Persamaan Linear Dua Variabel

A.        Persamaan Linear Dua Variabel   Persamaan linear dua variabel dapat dinyatakan dalam bentuk ax = b atau ax + b = c, dengan a, b...